Langsung ke konten utama

Mimpi Diatas Langit Biru





Dongeng ini tentang cinta.. tentang gumpalan cinta yang kupunya.
Tentang cinta yang semula terlihat biasa. Kalau kau mau, aku akan memperlihatkanmu cinta ku yang ada diatas sana. di ketinggian yang tak terjamah.

Mari, ikut aku.
Genggam tanganku, dan jangan kau lepas sebelum aku selesai bercerita..

Di waktu yang lalu, masih disaat aku tak tahu kemana cinta semestinya berlabuh. Aku bermimpi setiap hari. Aku bermimpi bahwa suatu hari nanti, aku bisa menuliskan dongengku sendiri. Dongeng yang tiada akhir, dan indah layaknnya fantasi.

Waktu terus membawaku, dan pada akhirnya ia menunjukan jalan menuju ke sebuah bahu. tempat yang tepat untuk ku berlabuh.

Aku membangun istana mimpi tentang cinta ku sendiri. diatas awan tak berjurang. Aku membangun istanaku diatas awan, agar mimpi yang kupunya, terus berpetualang keliling dunia. agar ia tetap aman diatas sana, tanpa takut terjatuh ketika mimpi-mimpi buruk yang lainnya  datang menyerang.

Istana ku terbuat dari kumpulan puisi. pilar-pilar nya dibangun dengan hati. dan cahaya-cahaya di jendela nya terbuat atas bantuan sang mentari.

Semula... istana ku tidak berada disana. 
Dahulu istana ku berada diatas tanah. Ditempat kau dan aku berpijak saat ini.
Kau tahu, siapa yang menerbangkan istana mimpi-ku hingga berada jauh diatas sana?
"Dirimu." Pangeran tanpa jubah yang selalu-berubah-ubah.

Tanpa kau sadari, kau menerbangkan mimpi-mimpi indahku. Tinggi dan semakin tinggi. Hingga semua orang di bumi ini tak mampu melihatnya lagi.  Indah, bukan?

Hei, kamu. Pangeran tanpa jubah yang selalu berubah-ubah.
Kau yang menerbangkan mimpi ini hingga tinggi. 

Jadi, Jangan menjatuhkannya lagi. Janji? Jangan jatuhkan.

Jangan jatuhkan, karena aku lelah meredam pilu, menatap mimpi-ku yang tergantung diatas langit biru.










Komentar

Postingan populer dari blog ini

satu paragraf tentang lengan :)

kapan terakhir kali kalian merindukan 'lengan'? Seingatku, terakhir kali aku merindukan sentuhan lengan.... saat ini. Setelah hujan turun, dan rintiknya tersisia membasahi jendela. Setelah hujan dan petang berebut tempat pada langit dalam satu waktu. Setelah aku tak lagi bisa membohongi diri, dan tak bisa membohongi hati. setelah aku terbangun dari mimpi panjangku tentang dirimu yang menjauh. hanya itu.

Surat ketiga (kepada: jarak)

Surat ketiga...  Sebelum aku menggoreskan tinta ini padamu, berjanjilah. Berjanjilah bahwa kau akan menyampaikan surat ini kepadanya. Sampaikan setiap baris berisi pesan tentang rasa kehilanganku. Tentang rasaku yang masih tersimpan rapi dibalut kenangan itu. Dan aku juga... dan aku juga ingin menitipkan peluk hangatku, untuknya . Yang berada jauh disana. di jarak yang selalu ingin aku hancurkan sejak aku menyadari bahwa sepenuhnya aku takkan mampu melupakan setiap peluk dan ciuman hangat yang mendarat dikeningku. Dan kepadamu, Jarak. Aku marah sekali padamu. Kau tahu, kan? Kau tahu kan kalau aku sangat membencimu? Aku sangat-sangat membencimu. Hingga aku menutup telingaku ketika ada segelintir orang yang berbicara tentangmu. Tentang dirimu yang memisahkan aku dengan seseorang yang teramat penting didalam hidupku. Orang itu penting, penting karena ialah satu-satunya orang yang bisa membuatku merasa bahwa kebahagiaan itu memang benar-benar tercipta untukku. Hanya ...

Aku merelakan cinta, bukan mimpi

Pernahkah kalian merelakan seseorang yang kalian sayangi? Uhm.. maksudku.. Pernahkan kalian meyakinkan diri kalian bahwa kalian bisa dan mampu untuk merelakan seseorang yang kalian sayangi pergi? Kalau pernah, berarti kita sama. Kita pernah berusaha semampu kita untuk merelakan seseorang yang kita sayangi untuk pergi. Pergi dari kehidupan kita, dan membiarkan   diri kita terluka hingga sembuh dengan sendirinya. Kalau aku... Aku menganggap ‘seseorang’ itu sebagai mimpiku. Mimpi indahku. Mimpi terindah kedua setelah mimpiku untuk menjadi seorang penulis. Penulis yang mampu membuat orang lain bahagia karna tulisanku. Karena setiap kata-kata yang kuhias hingga orang yang membacanya bisa terus tersenyum. Kalau kalian, apa mimpi kalian? Apapun mimpi kalian itu, aku yakin. Mimpi kalian pasti sangat indah. Indah dalam bentuk apapun mimpi itu. Entah mimpi untuk bisa selalu bersama orang-orang yang kalian sayangi, atau mimpi untuk bisa selalu merasa bahagia meski terkadang hi...