Langsung ke konten utama

"Aku ingin menari dalam hujan, sampai rindu ini hilang"

“Aku ingin menari dalam hujan, sampai rindu ini hilang”
Kepadamu, pria hebat yang selalu melakukan hal sederhana, namun indah kepadaku. Kepadamu, sosok yang membuatku membenci kata “sepi” dan “rindu”. Kepadamu, yang membuatku cinta, tanpa banyak berkata.
Dan hanya kepadamu, yang berada jauh disana. Tetaplah duduk manis ditempat kamu berada. Dengarkan aku, aku ingin bercerita tentangmu. Tentang secercah rindu yang tak tersampaikan. Tentang harapan indah yang semalam berputar indah dimimpiku.
“Mimpi tentangmu”
                Rindu pertama tercipta dipagi ini. Kala mataku tak lagi terpejam. Kala aku menatap keluar jendela dan menatap hujan. Kala aku tersadar, bukan bahumu yang kusandari. sungguh benda putih ini tak membantu. Karna yang aku inginkan saat ini hanya bahumu.
                Bahu yang selalu membuat pipiku memerah ketika bersandar disana. bahu pria hebatku. Bahu yang kamu miliki. Pagi hingga senja selalu sepi. Sepi karna Tak ada tangan nakal yang selalu mengacak-acak rambutku ketika bersandar dibahumu.
“pria hebatku, hal kecil tentangmu selalu membuatku rindu”
                Tetap dengarkan, aku masih bercerita tentang rindu ini. Tentang rindu yang belum sempat tersampaikan. Dan tentang senyuman yang terbentuk ketika aku menulis ini.
                Percaya atau tidak aku merasa bodoh. Ya, aku merasa bodoh saat ini. Kamu belum tentu membaca tulisanku ini. tapi.. kamu tau? Dibalik rasa bodoh ini, terselip rasa percayaku pada tuhan yang amat besar.
“Aku percaya tuhan akan menyampaikan rindu ini padamu ”
Sesaat rindu itu belum sampai,Maka biarkan aku menari. Menari didalam hujan yang selalu mengingatkanku akan sosokmu. Biarkan, jangan sadarkan aku, sampai rindu ini hilang :”)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

satu paragraf tentang lengan :)

kapan terakhir kali kalian merindukan 'lengan'? Seingatku, terakhir kali aku merindukan sentuhan lengan.... saat ini. Setelah hujan turun, dan rintiknya tersisia membasahi jendela. Setelah hujan dan petang berebut tempat pada langit dalam satu waktu. Setelah aku tak lagi bisa membohongi diri, dan tak bisa membohongi hati. setelah aku terbangun dari mimpi panjangku tentang dirimu yang menjauh. hanya itu.

Surat ketiga (kepada: jarak)

Surat ketiga...  Sebelum aku menggoreskan tinta ini padamu, berjanjilah. Berjanjilah bahwa kau akan menyampaikan surat ini kepadanya. Sampaikan setiap baris berisi pesan tentang rasa kehilanganku. Tentang rasaku yang masih tersimpan rapi dibalut kenangan itu. Dan aku juga... dan aku juga ingin menitipkan peluk hangatku, untuknya . Yang berada jauh disana. di jarak yang selalu ingin aku hancurkan sejak aku menyadari bahwa sepenuhnya aku takkan mampu melupakan setiap peluk dan ciuman hangat yang mendarat dikeningku. Dan kepadamu, Jarak. Aku marah sekali padamu. Kau tahu, kan? Kau tahu kan kalau aku sangat membencimu? Aku sangat-sangat membencimu. Hingga aku menutup telingaku ketika ada segelintir orang yang berbicara tentangmu. Tentang dirimu yang memisahkan aku dengan seseorang yang teramat penting didalam hidupku. Orang itu penting, penting karena ialah satu-satunya orang yang bisa membuatku merasa bahwa kebahagiaan itu memang benar-benar tercipta untukku. Hanya ...

Aku merelakan cinta, bukan mimpi

Pernahkah kalian merelakan seseorang yang kalian sayangi? Uhm.. maksudku.. Pernahkan kalian meyakinkan diri kalian bahwa kalian bisa dan mampu untuk merelakan seseorang yang kalian sayangi pergi? Kalau pernah, berarti kita sama. Kita pernah berusaha semampu kita untuk merelakan seseorang yang kita sayangi untuk pergi. Pergi dari kehidupan kita, dan membiarkan   diri kita terluka hingga sembuh dengan sendirinya. Kalau aku... Aku menganggap ‘seseorang’ itu sebagai mimpiku. Mimpi indahku. Mimpi terindah kedua setelah mimpiku untuk menjadi seorang penulis. Penulis yang mampu membuat orang lain bahagia karna tulisanku. Karena setiap kata-kata yang kuhias hingga orang yang membacanya bisa terus tersenyum. Kalau kalian, apa mimpi kalian? Apapun mimpi kalian itu, aku yakin. Mimpi kalian pasti sangat indah. Indah dalam bentuk apapun mimpi itu. Entah mimpi untuk bisa selalu bersama orang-orang yang kalian sayangi, atau mimpi untuk bisa selalu merasa bahagia meski terkadang hi...