Aku, dan kamu. melangkah dengan Pertemuan yang indah. kakiku, dan kakimu berjalan begitu saja. tanpa peduli waktu, tanpa wajah semu. kenangan dan tawa terbingkis indah didalamnya. mengukir senyum ketika aku megingatnya. indah. dan aku tidak ingin lupa. Seperti sampai detik ini, aku tidak ingin melupakan bagaimana indahnya senja kala petang tiba. senja yang semakin memerah ketika pipiku bersandar manis dibahumu. Dan waktu. aku tidak mengerti betapa waktu dapat mengubah segalanya. waktu mengubah perasaanmu? jika iya, aku turut bersedih untuk itu. maka biarkan aku berdiri dengan segala ingatan itu :)
Surat ketiga... Sebelum aku menggoreskan tinta ini padamu, berjanjilah. Berjanjilah bahwa kau akan menyampaikan surat ini kepadanya. Sampaikan setiap baris berisi pesan tentang rasa kehilanganku. Tentang rasaku yang masih tersimpan rapi dibalut kenangan itu. Dan aku juga... dan aku juga ingin menitipkan peluk hangatku, untuknya . Yang berada jauh disana. di jarak yang selalu ingin aku hancurkan sejak aku menyadari bahwa sepenuhnya aku takkan mampu melupakan setiap peluk dan ciuman hangat yang mendarat dikeningku. Dan kepadamu, Jarak. Aku marah sekali padamu. Kau tahu, kan? Kau tahu kan kalau aku sangat membencimu? Aku sangat-sangat membencimu. Hingga aku menutup telingaku ketika ada segelintir orang yang berbicara tentangmu. Tentang dirimu yang memisahkan aku dengan seseorang yang teramat penting didalam hidupku. Orang itu penting, penting karena ialah satu-satunya orang yang bisa membuatku merasa bahwa kebahagiaan itu memang benar-benar tercipta untukku. Hanya ...
Komentar
Posting Komentar