Langsung ke konten utama

Cerita Tentang Lagu

Aku ingin bercerita...
Tentang Lagu.


Kalian tau? Ada beberapa lagu yang ketika didengarkan, maka akan memunculkan satu kenangan indah yang mungkin masih tersimpan. Dan ada beberapa lagu yang ketika didengarkan, maka akan muncul satu luka yang mungkin belum terlupakan.
pernahkah kalian berfikir.... bahwa semua lagu-lagu itu seharusnya diapakan? kalian tidak tahu, bukan?


Kalian tidak mampu mendengarkan lagu-lagu kenangan itu, namun juga tidak mau membuang-nya jauh-jauh.
aku sangat yakin... kalian hanya tidak ingin ingatan tentang seseorang yang terdapat dalam lagu itu menghilang. benar, bukan? karna kenangan itu terlalu indah untuk dibuang.


Ahh... jangan berbohong, kalian pasti menjawab "iya"
mungkin kalian bisa membohongi orang-orang disekitar. namun kalian harus ingat, bahwa ada satu hal yang tak bisa kalian bohongi.


Kalian tau itu apa?


Hal yang tak bisa kalian bohongi itu bernama "Hati"


Ya, hati. hati kalian, hati yang tidak bisa kalian sentuh secara langsung, namun sangat berpengaruh.


Kalau bisa, aku ingin memiliki mesin waktu. mesin yang jika aku mendengarkan lagu kenangan tentangmu, lalu dengan seketika aku kembali ke masa itu. masa dimana hanya ada 'Aku, kamu, dan kebahagiaan'


Masa-masa dimana belum adanya sosok yang merebut rindumu untuk-ku :(


Kau tau? cerita diatas hanyal khayalan-ku. khayalan bodohyang tak mungkin bisa terjadi di dunia nyata, bukan?


Jangan tertawa saat membaca ini... jangan. kau boleh mengira aku gila, tapi jangan tertawa diatas tangisku.


Kau tak tau, saat menulis cerita bodoh ini, seperti ada luka yang menganga didada.


Dan tentang lagu... aku akan tetap memilih untuk menyimpan-nya. dalam hati dan ingatan. percayalah... aku tak akan lupa.


"karna... meski kau tak ada disini lagi, hanya dengan mengingatmu saja, aku merasa hidupku sempurna :)"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

satu paragraf tentang lengan :)

kapan terakhir kali kalian merindukan 'lengan'? Seingatku, terakhir kali aku merindukan sentuhan lengan.... saat ini. Setelah hujan turun, dan rintiknya tersisia membasahi jendela. Setelah hujan dan petang berebut tempat pada langit dalam satu waktu. Setelah aku tak lagi bisa membohongi diri, dan tak bisa membohongi hati. setelah aku terbangun dari mimpi panjangku tentang dirimu yang menjauh. hanya itu.

Surat ketiga (kepada: jarak)

Surat ketiga...  Sebelum aku menggoreskan tinta ini padamu, berjanjilah. Berjanjilah bahwa kau akan menyampaikan surat ini kepadanya. Sampaikan setiap baris berisi pesan tentang rasa kehilanganku. Tentang rasaku yang masih tersimpan rapi dibalut kenangan itu. Dan aku juga... dan aku juga ingin menitipkan peluk hangatku, untuknya . Yang berada jauh disana. di jarak yang selalu ingin aku hancurkan sejak aku menyadari bahwa sepenuhnya aku takkan mampu melupakan setiap peluk dan ciuman hangat yang mendarat dikeningku. Dan kepadamu, Jarak. Aku marah sekali padamu. Kau tahu, kan? Kau tahu kan kalau aku sangat membencimu? Aku sangat-sangat membencimu. Hingga aku menutup telingaku ketika ada segelintir orang yang berbicara tentangmu. Tentang dirimu yang memisahkan aku dengan seseorang yang teramat penting didalam hidupku. Orang itu penting, penting karena ialah satu-satunya orang yang bisa membuatku merasa bahwa kebahagiaan itu memang benar-benar tercipta untukku. Hanya ...

Aku merelakan cinta, bukan mimpi

Pernahkah kalian merelakan seseorang yang kalian sayangi? Uhm.. maksudku.. Pernahkan kalian meyakinkan diri kalian bahwa kalian bisa dan mampu untuk merelakan seseorang yang kalian sayangi pergi? Kalau pernah, berarti kita sama. Kita pernah berusaha semampu kita untuk merelakan seseorang yang kita sayangi untuk pergi. Pergi dari kehidupan kita, dan membiarkan   diri kita terluka hingga sembuh dengan sendirinya. Kalau aku... Aku menganggap ‘seseorang’ itu sebagai mimpiku. Mimpi indahku. Mimpi terindah kedua setelah mimpiku untuk menjadi seorang penulis. Penulis yang mampu membuat orang lain bahagia karna tulisanku. Karena setiap kata-kata yang kuhias hingga orang yang membacanya bisa terus tersenyum. Kalau kalian, apa mimpi kalian? Apapun mimpi kalian itu, aku yakin. Mimpi kalian pasti sangat indah. Indah dalam bentuk apapun mimpi itu. Entah mimpi untuk bisa selalu bersama orang-orang yang kalian sayangi, atau mimpi untuk bisa selalu merasa bahagia meski terkadang hi...