Langsung ke konten utama

Jokowi Berhasil Menyita Hati Semua Kalangan


Jakarta, 08 Juli 2014

Belakangan ini, media elektronik, cetak dan jejaring sosial seperti Twitter dan facebook diramaikan dengan pemberitaan tentang Pilpres beserta para pendukung dari masing-masing kubu. 

Pendukung Jokowi rupanya tidak hanya datang dari kalangan Para artis, seperti; Cinta Laura, Ringgo Agus, Slank dll. Para penulis dan Sutradara l seperti Dee Lestari, Joko Anwar, Riri Riza dan Mira Lesmana ikut berpartisipasi dalam menggerakkan dukungan untuk Jokowi - JK di twitter dengan menggunakan tagar #Jokowi9Juli. Mulai dari mengganti avatar dengan selfie mengangkat dua jari. Sebelumnya, mereka juga ikut berpartisipasi dalam menyelenggarakan konser yang diramaikan para artis serta seniman yang datang dengan sukarela. 

Meski sudah memasuki minggu tenang, suara dari para pendukung Jokowi terus mengudara. Pada Senin malam sekitar pukul 00:00 di akun resmi Facebook milik Sting juga ikut memberi dukungan untuk Jokowi dengan menulis status "Use your right - #Jokowi9Juli". 

Tak lama setelah kicauan Sting di akun Facebook nya berhasil menggemparkan pengguna twitter, Jason Mraz juga ikut berpartisipasi mendukung Jokowi di akun twitter nya dengan menulis


Belum sampai disini saja, setelah Jason Mraz, salah satu personil Guns N Roses @bumblefoot dan Arkarna Official band asal inggris juga ikut menyuarakan 


Arkarna Official: 


Yang paling menggemparkan lagi, pencetus istilah Golput, Soe Hok Djin, yang tidak lain adalah kakak dari Aktivis Soe Hok Gie atau yang biasa dikenal sebagai Arif Budiman juga mengeluarkan suara nya sebagai pendukung Jokowi. Lebih lengkapnya baca di: http://grajisalatiga.wordpress.com/

Hal berikut dengan cepatnya menjadi pemberitaan yang hangat di media sosial terutama di jejaring sosial Twitter. Ini membuktikan bahwa Jokowi berhasil menarik simpatik dari kalangan artis maupun masyarakat indonesia. 

Sumber: Kompas, 8 Juli 2014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Yang Kita Cari Dalam Hidup

"Hidup terasa sangat panjang, dahulu. dan banyak yang bilang kalau saat ini terasa sangat singkat."  Apakah hidup dahulu terasa sangat panjang karena memang sangat menyenangkan. Dan saat ini terasa sangat singkat karena segalanya seperti menuntut dan mengejar?  Entah tulisan apa yang saya tulis ini. Mungkin dahi kalian akan berkerut samar ketika membacanya. saya selalu tidak bisa memastikan apakah tulisan saya ini sebuah cerpen, puisi, kata-kata mutiara, atau hanya omong kosong belaka. Yang saya tahu, baris demi baris guratan ini adalah buah pikir saya. Yang saya rasakan ketika melintasi ibu kota.  Hidup.  Apa yang kita cari dalam hidup. apa yang saya cari. apa yang kalian cari. mengapa kita ada disini. pulang dan pergi mencari hidup. apakah, kita berjuang selama ini hanya mencari sesuap nasi. terkadang, ketika saya sedang duduk didalam bus kota, mata saya ter arah pada mobil mewah disamping kanan bus kota yang saya naiki.  "itukah yang kita cari?"  tidak. ...

Kepada Buah Pikir Yang Sepi

Aku masuk kedalam kamar dan menyalakan kipas angin yang semula mati. Semula diam. Dan saat ini baling-balingnya yang terbuat dari besi berputar dengan sangat cepat. dengan sangat liar. Mungkin seperti itulah aku. maka jangan bayangkan aku. jangan berpikir tentangku. pikiranku terlalu liar untuk kau jamah. kau bisa mati karena gila jika memikirkan nya. aku saja hampir gila. maka kuambil segelas racun yang tuan punya, biar saja. biar kuminum sampai habis.   Tuan senang? Aku membayangkan apakah jadinya jika kepala ku masuk kedalam sana. Apakah kepala ini beserta isinya akan hancur lebur. maksudku, apakah beban yang berada didalam nya juga akan menghilang? bersama rasa sakit yang mungkin takkan terasa lama. Jika bisa, mungkin aku akan melakukannya. Tapi rasa-rasanya semua itu akan berakhir dengan konyol. mengingat tidak ada hal yang berarti yang bisa kutinggalkan untuk mereka. mengingat mereka semua sama. sama-sama lemah. kita semua sama. kita adalah bagian kecil dari jiwa-jiwa yang le...

PUISI: Membunuh Jarak

Ku lepaskan semua penat di Asa Menepis jejak-jejak yang kutinggalkan Serta harapan Serta kenangan Rasanya begitu jauh Walau tak begitu jauh Rasanya berlari pun tak jua ragu mesti nyatanya rancu Kulanjutkan perjalanan Sendirian Membunuh jarak Yang sudah terlebih dahulu membunuhku Dimana kamu... Malaikat tanpa sayapku...