"Sepeda mu tak terkayuh. Terpontang-panting saja di bahu jalan. entah bagaimana untuk mengatakan: Bawalah sepedamu itu, berjalanlah bersamaku. kita bawa bersama. Saat ini tanganku tak membantu, mungkin hanya bisa menenangkan beban mu." #katasenja
Jika kalian sedang membaca tulisan-tulisan sederhana ini, maka, kalian harus membayangkan kalian sedang menatap hamparan bintang yang berkelip diatas langit malam terlebih dahulu... Sudah? Baiklah, maka aku akan menceritakan sedikit cerita yang terbesit di pikiranku beberapa waktu lalu. Disaat aku berjalan sendiri dimalam hari. tidak melakukan apa-apa selain berjalan perlahan sambil mendengarkan lantunan instrumental 'One more time one more chance' dari Yamazaki Masayoshi. Sejak awal perjalanan, earphone berwarna merah muda menempel di telinga tanpa pernah terlepas. itu sebabnya aku tidak bisa terlalu jelas mendengar para pengendara yang seenaknya membunyikan klakson ditengah-tengah keadaan jalan yang sedang macet. Aku punya duniaku sendiri. Malam itu dunia punyaku!! Aku senang berjalan-jalan sendiri. pergi ke toko buku tua favorite yang terletak tepat dibelakang halte bus. Toko buku tua dengan buku-buku bekas yang didapat dari sisa-sisa penggusuran atau b...
Komentar
Posting Komentar